Jumat, 08 April 2011

KPU Salatiga Ajukan Dana Pilkada 2011 Rp 3,6 M

Salatiga, CyberNews. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga telah mengajukan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar untuk persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2011 mendatang.

“Kami baru menganggarkan dengan asumsi pelaksanaan Pilkada satu putaran. Sedang untuk pelaksanaan putaran kedua saat ini baru kami hitung,” kata KPU Kota Salatiga Suryanto SPd , Jumat (20/11) siang.

Dikemukakan, meski baru akan dilangsungkan pada pertengahan 2011 mendatang, pihaknya telah mengajukan
anggaran pelaksanaan Pilkada di APBD 2010. Pasalnya, bila diajukan pada anggaran tahun 2011 dinilai sangat riskan, mengingat anggaran yang dimiliki oleh Pemkot Salatiga tidak diperuntukkan untuk pelaksanaan Pilkada saja.

“Saat ini kami masih menunggu berapa besar anggaran yang disetujui oleh pemkot,” ungkapnya.

Dijelaskan, hingga saat ini pelaksanaan Pilkada untuk Kota Salatiga belum ada perubahan dan dipastikan akan
digelar pada tahun 2011, sesuai dengan berakhirnya masa jabatan Wali Kota John Manuel Manoppo SH.
Diinformasikan pula bila pelaksanaan Pilkada mendatang dapat diikuti oleh calon independen.

Terpisah, Sekretaris KPU Kota Salatiga Drs M Agus Susilo mengatakan bila anggaran yang dipergunakan untuk persiapan
pelaksanaan Pilkada 2011 tersebut telah diajukan melalui anggaran yang ada pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat.


Pilkada Salatiga diharapkan berlangsung damai

Salatiga (Espos) Besar harapan masyarakat Kota Salatiga bahwa Pilkada yang akan digelar berlangsung damai dan tidak akan menghancurkan kerukunan antarumat.

Para pasangan calon walikota dan wakil walikota yang akan bertarung diminta tidak melakukan kampanye yang mendeskreditkan suku, agama, ras dan golongan tertentu.

Demikian benang merah dari kegiatan Sosialisasi Kerukunan Antar-umat Beragama yang dihadiri oleh para pemuka semua agama yang ada di Salatiga dan puluhan warga di Ruang Sidang II Pemkot Salatiga, Kamis (31/3). Pendeta Surya Kusuma, pemuka agama Kristen Protestan Salatiga mengatakan, kerukunan sudah lama terbentuk di Salatiga. “Yang tepat adalah bagaimana kita mempertahankan kerukukan ini atau bahkan semakin meningkatkan,” jelasnya.

Sejumlah tokoh agama lain yakni Jero Mangku Bibit (Hindu), KH Tamam Qoulany (Islam), Go Soe Hien (Budha), Djoko Prasetyo mengemukakan pendapat yang സമ

solopos